APPTIS Jatim- PR besar yang dimiliki oleh anggota APPTIS, di antaranya meyakinkan segenap pimpinan di PTKIN masing-masing bahwa perpustakaan saat ini bukan lagi sebatas fasilitas penunjang sebagaimana paradigma lama, melainkan merupakan bagian integral dari sebuah Perguruan Tinggi.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Agama Islam (APPTIS) Pusat Dr. Labibah Zain usai melantik pengurus APPTIS Jatim secara daring, (Selasa, 11 Agustus 2020).

Pada kesempatan tersebut Labibah juga berpesan bahwa APPTIS sebagai sebuah asosiasi harus dikelola dengan cara yang modern. “Tidak hanya dengan pemanfaat kemajuan teknologi yang memang saat ini menjadi suatu keniscayaan, namun juga dikelola dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas.”

“Dalam menghadapi persoalan-persoalan dan berbagai perubahan, apalagi di tengah situasi dan kondisi Covid-19 di mana perubahan dan penyesuaian terkait SOP perpustakan sangat dibutuhkan,” lanjut Labibah dihadapan pengurus APPTIS yang berasal dari 7 PTKIN di Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini mengatakan bahwa Perpustakaan harus bisa membantu mengatasi persoalan-persoalan dari perguruan tinggi sesuai dengan tupoksinya. Misalnya ketika sebuah perguruan tinggi belum bisa maksimal dalam publikasi di jurnal internasional, maka perpustakaan harus bisa menangkap persoalan tersebut dan bisa berbuat banyak. “Dengan cara apa? Di sini perpustakaan berperan sebagai literal resources,” katanya.

Dosen Ilmu Perpustakaan ini memberikan contoh, jika misalnya ada dosen atau mahasiswa yang kebingungan mencari database apa yang cocok untuk risetnya maka perpustakaan adalah mitra riset bagi civitas akademika. “Hal ini banyak belum disadari oleh beberapa pihak karena masih memahami bahwa perpustakaan adalah fasilitas belaka, padahal sebenarnya perpustakaan adalah solusi dari persoalan-persoalan akademik.”

Baca juga: Penasehat APPTIS Jatim Ajak Pustakawan Memberikan Layanan Bertaraf Internasional

Namun, Labibah tidak memungkiri bahwa perpustakan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan juga butuh bersinergi dengan semua pihak. “Perlu dukungan dan kerjasama baik dengan pembuat keputusan di internal kampus maupun eksternal, karena dengan bersinergi kita besar,” ungkapnya mengakhiri.

Pelantikan pengurus APPTIS Jatim yang dilakukan secara daring selain dihadiri 45 pustakawan yang dilantik, juga dihadiri oleh para dewan Penasehat, Pembina dan dewan Pertimbangan Kode Etik APPTIS dari 7 PTKIN di Jawa Timur. Ketua Umum APPTIS Jatim periode kedua ini adalah Mufid, M.Hum, pustakawan madya sekaligus Kepala Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sekretaris Umumnya adalah Ummi Rodliyah, pustakawan Madya dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Selain itu APPTIS Jawa Timur merangkai acara ini dengan Seminar “Creative Commons” dengan narasumber Ari Zuntriana, MA. pustakawan UIN Malik Ibrahim Malang dan dimoderatori oleh Komarudin, M.Hum, Kepala Perpustakaan IAIN Kediri sekaligus Wakil Ketua APPTIS Jatim. (Arifah-IAINTA)