Juli 20, 2026

Knowledge Sharing dan Observasi Visitasi Reakreditasi Perpustakaan UIN Sunan Ampel Jadi Ajang Belajar Bersama PTKIN se-Jawa Timur

Surabaya – Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan Knowledge Sharing dan Observasi Visitasi Asesmen Lapangan Reakreditasi Perpustakaan Berbasis Enam Komponen pada 15–16 Juli 2026 di Smart Room Perpustakaan Kampus Ahmad Yani. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian visitasi reakreditasi oleh tim asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dihadiri Direktur Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, tim asesor, pimpinan universitas dan sivitas akademika. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan mempelajari implementasi instrumen akreditasi terbaru sekaligus mengamati secara langsung proses asesmen lapangan. Kepala perpustakaan dan pustakawan perwakilan dari enam PTKIN di Jawa Timur turut hadir mengikuti rangkaian knowledge sharing dan observasi visitasi.

Dalam sambutan yang disampaikan pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (15/7/2025) Kepala Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya Ibu Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. menjelaskan bahwa agenda hari ini dikemas dalam suasana santai sebagai upaya mempererat silaturahmi sebelum visitasi dimulai. Beliau memperkenalkan UIN Sunan Ampel yang memiliki dua kampus utama beserta berbagai program unggulan Perpustakaan. Seperti penguatan budaya riset pustakawan, hibah penelitian, publikasi ilmiah dan partisipasi pada konferensi internasional. Menurutnya, perpustakaan perguruan tinggi harus berperan aktif mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui inovasi layanan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Instrumen akreditasi baru juga dinilai semakin mempertegas peran strategis perpustakaan dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Ketua APPTIS Jawa Timur Bapak Hairul Agus Cahyono, M.Hum. menyampaikan bahwa kehadiran para pengelola perpustakaan PTKIN dalam kegiatan ini bertujuan untuk belajar langsung mengenai pelaksanaan instrumen akreditasi terbaru. Beliau menjelaskan bahwa sebagian besar perpustakaan PTKIN di Jawa Timur sedang mempersiapkan reakreditasi sehingga observasi visitasi di UIN Sunan Ampel menjadi kesempatan berharga untuk memahami proses asesmen, penyusunan dokumen dan pemenuhan setiap indikator penilaian. Bapak Hairul berharap, pengalaman tersebut menjadi ilmu yang sangat berarti dan mendapat gambaran di setiap perguruan tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan memperoleh hasil akreditasi yang optimal.

Direktur Akreditasi Perpustakaan Nasional RI Ibu Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom. menjelaskan bahwa instrumen akreditasi berbasis enam komponen lebih menitikberatkan pada kualitas layanan, tata kelola, inovasi serta dampak perpustakaan bagi lembaga induk dan masyarakat. Menurutnya, akreditasi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang mendorong perpustakaan berkembang secara berkelanjutan, bukan sekadar memperoleh nilai.

Pada hari kedua visitasi Rabu (16/7/2025), Wakil Rektor I UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. menyampaikan apresiasi kepada Direktur Akreditasi Perpustakaan Nasional RI beserta tim asesor atas pelaksanaan visitasi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa budaya penjaminan mutu melalui siklus PPEPP terus diterapkan sebagai landasan pengembangan seluruh unit, termasuk perpustakaan. Menurutnya, akreditasi merupakan sarana evaluasi dan peningkatan mutu berkelanjutan. Beliau juga menekankan bahwa perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi yang berperan penting dalam mendukung Tri Dharma “Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi. Sebagaimana jantung yang sehat akan menopang kesehatan seluruh tubuh, demikian pula perpustakaan yang dikelola dengan baik akan menjadi penggerak utama dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kami berharap Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya senantiasa berada dalam kondisi prima dan terus meningkatkan kualitas layanannya sehingga mampu menjadi pusat informasi dan pengetahuan yang unggul bagi seluruh sivitas akademika” tutur beliau.