Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Jawa Timur (APPTIS Jatim) bekerjasama dengan Perpustakaan UINSA mengadakan seminar nasional yang diadakan pada 02 Agustus 2022. Seminar yang dihadiri oleh tujuh (7) perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan kurang lebih 32 perguruan tinggi keagamaan islam swasta (PTKIS) di Jawa Timur ini diadakan di Twin Towers A lantai 9 UINSA. Dengan mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Perpustakaan PTKI”, APPTIS Jatim berharap bahwa akan ada peningkatan perpustakaan PTKIS yang terakreditasi di tahun ini, mengingat kemungkinan adanya penambahan instrumen akreditasi di tahun 2023.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan di UINSA diantaranya yaitu Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. (Rektor UINSA), Dr. H. Mamat Salamet Burhanuddin, M.Ag (Kepala Biro AAKK UINSA), dan Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. (Kepala Perpustakaan UINSA).Sambutan oleh Kepala Perpustakaan UINSA mengawali seminar ini. Evi Fatimatur Rusydiyah mengatakan akan banyak manfaat yang akan diterima melalui seminar ini.

“Selamat berseminar semoga di akhir sesi ini nanti kia mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk pengembangan perpustakaan.” Ujar Evi.

Sambutan kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua APPTIS Jatim. Dalam sambutannya, Mufid, SS., M.Hum selaku ketua APPTIS Jatim menekankan pentingnya bekerjasama untuk meningkatkan dan memperkuat perpustakaan.

“Tidak ada perpustakaan yang dapat menjadi besar apabila hanya berdiri sendiri. Perpustakaan harus bermitra agar bisa menjadi kuat dan besar.” Ungkap Mufid

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor UINSA yang sekaligus membuka seminar ini. Rektor UINSA menuturkan bahwa sudah seharusnya kita mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai centrum ilmu pengetahuan. Menurutnya perpustakaan harus menjadi pusat untuk memproduksi gagasan dan keilmuan. Beliau juga menuturkan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting untuk tetap menjaga mutu perpustakaan. Terlebih lagi di era dimana kolaborasi memegang peranan penting.

“Kita ingin mengembalikan marwah perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya sebagai koleksi material saja tetapi sekaligus juga ruang dimana kita dapat memproduksi gagasan dan memperkuat keilmuan untuk kemajuan peradaban.” Tutur Muzakki.

Acara ini menghadirkan dua asesor yang berkompeten di bidangnya yaitu Agus Rifai, Ph.D (Asesor Perpustakaan Nasional RI) dan Sugeng Wahyu Ariyadi, S.Sos., MM. (Asesor Perpustakaan Jawa Timur). Kedua narasumber memaparkan urgensi akreditasi bagi suatu lembaga. Dengan terakreditasinya suatu lembaga, maka lembaga itu telah memenuhi standar dalam menjalankan suatu layanan, tak terkecuali perpustakaan.

Perpustakaan yang terakreditasi menunjukkan bahwa fasilitas dan layanan yang disediakan telah memenuhi standar penilaian yang ada. Mengapa akreditasi menjadi penting bagi perpustakaan? Hal ini dikarenakan untuk menilai kualitas institusi, dibutuhkan pihak luar untuk menilai apakah sebuah institusi dapat dikatakan baik atau tidak, bermutuu atau tidak. Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa sebagai pengelola perpustakaan, kita tetap harus berinovasi dalam memberikan layanan tanpa mengesampingkan proses akreditasi.

Di dalam pemaparannya, narasumber juga menjelaskan detail yang ada di borang akreditasi. Narasumber menuturkan bahwa kita tidak boleh berfokus pada kekurangan pada satu instrumen saja. Jika terdapat instrumen borang yang dirasa sukar untuk ditingkatkan, maka lebih baik fokus pada instrumen lainnya. Narasumber lebih detail menjelaskan pentingnya kerjasama baik internal dan eksternal dalam mempersiapkan akreditasi.

Sebagai bentuk nyata dari seminar ini, maka di sesi akhir seminar diadakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara perpustakaan UINSA dengan beberapa PTKI yang hadir. Mufid, selaku ketua APPTIS Jatim berharap bahwa penandatanganan MoA ini tidak berakhir sampai disini saja, PTKI juga dapat melakukan MoA dengan APPTIS Jatim ataupun perguruan tinggi lainnya di lain waktu.

Tidak berhenti sampai disitu setelah seminar berakhir, pengurus APPTIS mengadakan rapat untuk membahas tindaklanjut terkait program penguatan kelembagaan. Hal ini dilakukan dengan merencanakan membuka kesempatan bagi PTKIS untuk bermitra dengan APPTIS Jatim. Selain itu pengurus juga membahas terkait agenda rapat kerja selanjutnya yang direncanakan akan dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.