Jumat, 21 Mei 2021, kondisi pandemi Covid-19 tidak menghalangi anggota Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur untuk bersilaturrahim. Meski anggota tersebar di wilayah Jawa Timur, anggota APPTIS Jawa Timur tetap dapat menggelar kegiatan Halal Bi Halal secara daring. Setelah menjalani ibadah puasa dan libur hari raya, APPTIS Jawa Timur memanfaatkan momen ini untuk menjalin kembali keakraban antar anggota. Meski diselenggarakan secara daring, hal ini tidak mengurangi momen hari raya idul fitri. Adapun yang hadir dalam acara ini yaitu perwakilan dari Perpustakaan IAIN Jember, IAIN Kediri, IAIN Madura, IAIN Ponorogo, IAIN Tulungagung, UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Acara yang dipandu oleh Ibu Heni Kurnia Ningsih, SIP. ini dibuka terlebih dahulu dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Imroatul Mufidah, S.IIP.

Acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Bapak Mufid, S.Ag., SS., M.Hum. selaku kepala APPTIS Jawa Timur. Bapak Mufid mengatakan bahwa beliau sangat bersyukur bahwa anggota APPTIS dapat bersilaturrahim walaupun tidak bertemu tatap muka. Dalam sambutannya, beliau mengutarakan harapannya terkait APPTIS di masa depan. Beliau berharap kedepannya APPTIS dapat memperluas kemitraan, tidak hanya tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Bagi seluruh anggota APPTIS Jawa Timur, beliau berharap semoga anggota dapat bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pemustaka di masing-masing perpustakaan. Selain itu, Bapak Mufid juga mengucapkan selamat atas lulusnya Ibu Ummi Rodlilyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum. (Pustakawan UIN Sunan Ampel) dan ibu Ari Zuntriana, S.Sos., M.A. (Pustakawan UIN Maulana Malik Ibrahim) sebagai asesor akreditasi perpustakaan.

Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Moh. Mansyur, MM. Adapun isi nasihat yang disampaikan oleh Bapak Mansyur yaitu tidak ada manusia yang benar-benar suci di dunia ini, setiap manusia pasti memiliki dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi “Setiap anak Adam berbuat salah, dan sebaik-baik ‎orang yang berbuat salah adalah yang ‎bertobat.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah). Oleh karena itu, beliau menyebutkan ada 5 (lima) syarat yang hendaknya dilakukan ketika memohon ampunan kepada Allah swt, yaitu:

  • Memohon ampunan kepada Allah swt dengan niat yang tulus;
  • Suci badan, pakaian dan berada di tempat yang suci;
  • Terdapat keselarasan antara hati dan lisan;
  • Hendaknya dilakukan malam hari, utamanya ketika sholat tahajud; dan
  • Kalimat yang digunakan berasal dari Al-Qur’an dan hadis.

 

Acara pun telah memasuki sesi terakhir yaitu pembacaan doa (disampaikan oleh Bapak Basit Aulawi, S.Pd., S.IPI.) dan ramah tamah. Pada sesi ramah tamah, Bapak Komarudin, S.Ag., SS., M.Hum. selaku wakil ketua APPTIS Jawa Timur yang akan memandu acara ini. Dalam sesi ramah tamah, para anggota saling memohon maaf atas kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Ramah tamah pada kesempatan ini diawali dari Pembina dan dilanjutkan dengan anggota APPTIS Jawa Timur lainnya. Sebagai Pembina, yaitu Bapak Faizuddin Harliansyah, MIM. (UIN Maulana Malik Ibrahim) dan Bapak H. Kardi, S.Ag., SS., M.Hum. (IAIN Ponorogo), beliau berdua berharap bahwa sebagai pustakawan, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri. Menjadi pustakawan juga harus memiliki tujuan, tidak hanya berorientasi pada jabatan saja, tetapi juga mampu untuk menbagikan ilmu yang dimiliki ke orang-orang disekitar kita, khususnya pemustaka.

Selain itu, dalam sesi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan bagi anggota baru APPTIS Jawa Timur. Dengan bergabungnya anggota baru, Bapak Faizuddin berharap bahwa anggota baru mampu menjadi penerus perjuangan peningkatan mutu Pendidikan tinggi melalui perpustakaan.