Akreditasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Mengapa akreditasi perpustakaan sangat penting? Hal tersebut karena dengan memiliki akreditasi, maka perpustakaan dianggap memiliki mutu yang baik sesuai dengan standard yang berlaku yaitu Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga mampu memberikan fasilitas dan layanan yang memuaskan

Bermula dari urgensi akreditasi, Divisi Penguatan Organisasi dan Advokasi Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur menyelenggarakan “Sharing Best Practice Akreditasi Perpustakaan” pada hari Sabtu, 20 Februari 2021. Pada kesempatan kali ini, terdapat 2 penyaji berpengalaman yang akan berbagi pengalaman mengenai proses akreditasi perpustakaan secara daring dan luring. Mengapa acara ini menjabarkan pengalaman akreditasi secara daring dan luring? Ibu Ummi Rodliyatul, S.IPI., M.Hum selaku moderator acara ini menjelaskan bahwa perpustakaan harus bersiap diri dengan bentuk akreditasi yang akan dihadapi, mengingat kondisi saat ini yang masih berdampingan dengan pandemi. Sehingga pada webinar kali ini, akan membahas akreditasi perpustakaan dari kedua sisi.

Penyaji yang pertama merupakan sosok yang begitu menginspirasi, yaitu Bapak Mufid, S.Ag, SS., M.Hum. selaku ketua APPTIS Jawa Timur sekaligus kepala Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada kesempatan ini, Bapak Mufid menyampaikan pengalaman pelaksanaan akreditasi perpustakaan secara daring. Beliau mengatakan bahwa setiap perpustakaan memiliki strategi masing-masing dalam menghadapi akreditasi. Meskipun berbeda strategi, beliau mengatakan bahwa terdapat beberapa strategi yang harus disiapkan ketika pelaksanaan akreditasi secara daring, diantaranya yaitu:

  • Melakukan persiapan administrasi dan penyusunan borang;
  • Melengkapi persyaratan pengajuan akreditasi;
  • Mempersiapkan hal teknis dan akomodasi asesor; dan
  • Mempersiapkan rundown

Dalam proses akreditasi perpustakaan secara daring, beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Membentuk teamworkyang solid;
  • Membuat SK kepanitiaan;
  • Melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai reviewer borang;
  • Memastikan akses internet stabil;
  • Menetapkan fasilitas dan layanan yang diunggulkan untuk ditunjukkan ke asesor;
  • Mengikutsertakan Rektor, Wakil rektor, dekan, LPM, LP2M, Kabiro, Mahasiswa ketika acara akreditasi berlangsung.

Sementara penyaji kedua yaitu Bapak Drs. Samsul Huda, M.Pd.I., selaku kepala perpustakaan IAIN Tulungagung menyebutkan bahwa selain persiapan yang matang, hal yang harus diperhatikan ketika pelaksanaan akreditasi secara luring, adalah koordinasi yang baik antara pihak internal yaitu pihak perpustakaan dan pihak rektorat akan menjadi nilai tambah di hadapan para asesor. Dengan adanya koordinasi yang baik, maka kebutuhan yang dibutuhkan oleh perpustakaan untuk keperluan akreditasi akan terpenuhi. Selain itu anggaran juga merupakan hal yang harus dikoordinasikan dengan bagian keuangan, sehingga anggaran untuk akreditasi perpustakaan dapat terpenuhi.

Setelah pemaparan dari dua penyaji selesai, peserta pun antusias bertanya kepada penyaji. Pertanyaan yang ditanyakan diantaranya terkait anggaran akreditasi, tips dan trik meningkatkan nilai self assessment dalam waktu singkat dan lain sebagainya. Adapun tips dan trik meningkatkan nilai self assessment dalam waktu singkat menurut bapak Samsul Huda adalah senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan wakil rektor (warek) 1, kepala biro terkait perkembangan kondisi perpustakaan dalam mempersiapkan akreditasi. Sehingga apabila terdapat kekurangan, pihak perpustakaan dapat berkoordinasi dengan pihak rektorat untuk melengkapi kekurangan yang ada dan kekurangan tersebut dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

Sesi selanjutnya dan yang terakhir yaitu sharing lebih lanjut antar peserta terkait kondisi masing-masing perpustakaan dalam menghadapi akreditasi di masa yang akan datang. Dalam sesi ini, peserta juga mengemukakan pendapat dan harapannya agar acara yang akan datang akan memberikan pendampingan bagi perpustakaan yang akan melakukan akreditasi, serta membahas poin-poin di dalam akreditasi.